Cipayung Tata Ulang Kekuatan

Lanny Tria Mayasari (Djarum Badminton)
Lanny Tria Mayasari (Djarum Badminton)
Nasional ‐ Created by EL

Jakarta | Menjelang akhir Juni 2026, PP PBSI melakukan penataan ulang komposisi pemain di sektor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kedalaman skuad "Merah Putih", sekaligus melahirkan pasangan-pasangan baru yang mampu bersaing di level dunia, sebagai bagian dari proses regenerasi bulu tangkis Indonesia.

Langkah penataan ulang diumumkan oleh induk organisasi olahraga bulu tangkis yang bermarkas di Cipayung, Jakarta itu, Kamis (25/6), yang menyatakan perpindahan peraih medali emas ganda putri Olimpiade Tokyo 2020, Apriyani Rahayu, dari sektor ganda putri ke ganda campuran. Apri, sapaannya, akan berpartner dengan Dejan Ferdinansyah dan dijadwalkan menjalani debut pada Taipei Open 2026, 28 Juli–2 Agustus.

Kepala pelatih ganda campuran pelatnas bulu tangkis Indonesia, Rionny Mainaky, menyambut positif kehadiran Apri di sektor yang ditanganinya dan berharap proses adaptasi dapat berjalan cepat. Menurutnya, pembentukan pasangan Dejan/Apri berawal dari keinginan Dejan untuk berduet dengan Apri. Setelah Apri mengiyakan kesediaannya berpindah sektor, usulan tersebut dibahas bersama kepala pelatih ganda putri pelatnas bulu tangkis Indonesia, Karel Mainaky, dan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, sebelum akhirnya disepakati.

"Sejak Senin lalu, Apri sudah mulai latihan bersama kami dan saya lihat keinginan, semangat dan fokusnya dia sangat baik. Dengan waktu persiapan yang cukup, saya rasa adaptasi dan pembiasaan bermain di ganda campuran bisa berjalan cepat. Apalagi dia sudah punya basic ganda putri yang kuat di belakang, di sini saya juga ingin pemain putrinya bisa kuat di belakang dan dia sudah ada modal," papar Rionny melalui siaran pers Humas PP PBSI.

Dengan dipasangkannya Dejan dengan Apri, maka pasangan Dejan sebelumnya, Bernadine Anindya Wardana, juga akan memiliki pasangan baru, yaitu Verrell Yustin Mulia. Verrell/Bernadine juga dijadwalkan debut pada Taipei Open 2026.

Sementara itu, pada hari yang sama, PP PBSI juga mengumumkan penataan ulang di sektor ganda putra. Pelatih ganda putra pelatnas bulu tangkis Indonesia Antonius Budi Ariantho mengonfirmasi, Muhammad Rian Ardianto memiliki pasangan baru untuk beberapa turnamen ke depan, yaitu Daniel Edgar Marvino. Rian/Daniel Edgar direncanakan debut pada Taipei Open 2026.

Antonius menilai, Daniel memiliki potensi besar, tetapi masih membutuhkan pendampingan di lapangan untuk mengembangkan kemampuannya. Karena itu, ia memercayakan Rian untuk menjadi mentor bagi Daniel, dengan harapan pengalaman, jam terbang, dan kualitas permainan yang dimiliki Rian, dapat membantu pasangan mudanya tersebut berkembang ke level yang lebih tinggi. "Dan juga semoga Daniel Edgar bisa belajar banyak dari Rian," harapnya.

Antonius menjelaskan, keputusan memasangkan Rian dengan Daniel juga didasarkan pada hasil evaluasi penampilan kedua pemain dalam beberapa turnamen terakhir yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan. Baik duet Rian dengan Rahmat Hidayat maupun Daniel dengan Taufik Aderya disebutnya mengalami stagnasi, sehingga diperlukan komposisi baru untuk memaksimalkan potensi keduanya.

Terbaru, pada Senin (29/6), PP PBSI kembali melakukan penataan di sektor ganda putri dengan memproyeksikan Ester Nurumi Tri Wardoyo beralih dari nomor tunggal putri untuk berduet dengan Lanny Tria Mayasari --sebelumnya berpartner dengan Apri--.

Karel mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kedalaman skuad ganda putri Indonesia, dengan menyiapkan pelapis berkualitas di belakang tiga pasangan utama "Merah Putih". Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi bersama tim pelatih yang menilai potensi Ester akan berkembang lebih optimal di sektor ganda putri.

Lebih lanjut Karel menyatakan, karakter permainan Ester memiliki banyak keunggulan yang sesuai dengan kebutuhan ganda putri modern. Selain itu, Ester dinilainya memiliki pukulan dari belakang lapangan yang bertenaga, smes yang tajam, penempatan bola yang akurat, serta kemampuan bergerak dan bertransisi yang sangat baik. "Modal tersebut sangat penting dalam pola permainan ganda putri saat ini," ungkapnya.

Sementara itu, Lanny dipilih sebagai pasangan Ester karena karakter permainan keduanya dinilai saling melengkapi. Menurut Karel, Lanny memiliki peran sebagai playmaker di depan net yang mampu mengatur tempo permainan sekaligus membuka ruang untuk membangun serangan. "Kami berharap perpaduan kekuatan Ester di belakang dengan kreativitas Lanny di depan dapat berkembang menjadi pasangan yang kompetitif,” ujarnya.

Ester/Lanny akan menjalani periode evaluasi setelah menjalani lima turnamen internasional. "Fokus kami bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga perkembangan kerja sama, adaptasi teknis, dan potensi mereka sebagai pasangan jangka panjang," kata Karel.

Adapun, Apri/Dejan akan menjalani periode evaluasi di sejumlah turnamen internasional. Apriyani/Dejan akan dievaluasi setelah enam turnamen, sedangkan Ester/Lanny setelah lima turnamen. Rionny menegaskan, setiap pasangan baru akan diberi waktu yang cukup untuk beradaptasi sebelum menjalani evaluasi. Penilaian akan dilakukan secara objektif dengan mengacu pada kekompakan antarpemain, pola komunikasi, adaptasi taktis, serta konsistensi penampilan di berbagai turnamen. "Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kelanjutan program dan arah pembinaan berikutnya," pungkasnya.