Jaga Atlet Jangan Sampai Cedera

Nasional ‐ Created by BAZ

JAKARTA - Sepuluh pebulutangkis sudah memastikan diri lolos kualifikasi Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Kasatlak Prima) Achmad Soetjipto, menyebut saat ini tinggal menjaga atlet jangan sampai cedera hingga jelang pertandingan.

Dari 12 atlet bulutangkis yang ditargetkan lolos, Indonesia hanya bisa meloloskan 10 atlet saja ke Olimpiade. Mereka adalah Linda Wenifanetri, yang merupakan atlet tunggal putri terakhir yang masuk dalam skuat. Sementara sembilan nama lain yang lebih dulu muncul tak berubah adalah Tommy Sugiarto, Linda Wenifanetri, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, dan Praven Jordan/Debby Susanto.  

Kasatlak Prima, Achmad Soetjipto, mengatakan harusnya PBSI bisa meloloskan lebih dari angka 10. Hanya satu wakil ganda putra peringkatnya turun sehingga tidak lolos dalam Olimpiade. 

"Jadi yang ganda putra sempat kalah sama juniornya sehingga akhirnya tidak berangkat. Makanya tinggal 10 atlet," kata Soetjipto. 

Setidaknya tersisa tiga bulan untuk PP PBSI dan Satlak Prima menyiapkan atlet-atlet ini agar betul-betul sip pada waktunya. Utamanya agar tidak mengalami cedera karena pertaruhannya tidak hanya kepada atlet tapi juga merugikan negara. Untuk diketahui, pemerintah menargetkan dua medali emas yang diharapkan datang dari ganda putra dan ganda campuran. 

"Masalah menang kalah hanya Gusti Allah yang tahu. Justru yang kita lakukan saat ini bagaiman menyiapkan diri sebaik-baiknya, karena kalau bicara level dunia mereka ini sudah setara atlet elit dunia. Maka itu, yang kita jaga saat ini adalah hal-hal lain untuk menjaga perfoma mereka," kata Soetjipto menjelaskan. 

Disebutnya, ada tiga langkah yang mungkin bisa dilakukan dengan sisa waktu yang ada, seperti pencegahan cedera, membuat strategi recovery, dan recovery tim. "Bebas cedera dalam olahraga memang sangat susah. Tapi kita buat prosedur yang bisa dipahami atlet dan pelatih, sehingga pencegahan cedera betul-betul kuat. Misalnya sebelum berlatih mereka melakukan pemanasan dulu, kemudian perenggangan seusai dengan prosedur yang baik dan benar. Artinya ada Standar Operational Prosedur (SOP). Setelah latihan mereka juga melakukan prosedur recovery, dll. Pokoknya itu sangat teknikal," bebernya. 

"Sementara untuk strategi recovery, caranya bisa dengan membuat program-program pemulihan. Supaya badannya atlet betul-betul recovery dan atlet dalam keadaaan sangat bugar, baik fisik maupun mental. Dia sudah mengetahui atmosfer di sana, itu ada strateginya."

"Yang lain adalah menyiapkan recovery tim, melekat pada tim. Apakah masseur, theraphyst, itu melekat supaya tim kita yang 10 orang itu betul-betul sempurna. hanay itu yang bisa kita lakukan.  yang lainnya adalah berdoa. jadi yang paling bagus adalah jangan mengharapkan kepada nasib baik, jangan terlalu mengharapkan. yang harus kita lakukan adalah menyiapkan diri penuh pada kesadaran yang teruji agar atlet tersebut siap betul," pungkasnya.

 

Foto: PBSI