Pemilihan lima regional tersebut didasarkan pada kuatnya basis perguruan tinggi serta kultur bulu tangkis yang berkembang di daerah tersebut, baik di level komunitas maupun kompetisi. Melalui pendekatan regional ini, Campus League berharap dapat menjangkau lebih banyak kampus sekaligus membuka akses partisipasi yang lebih merata.
Campus League hadir sebagai wadah kompetisi yang terstruktur agar mahasiswa tetap memiliki jalur prestasi tanpa harus meninggalkan pendidikan formal. Ajang ini tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Pada Selasa (3/3), Campus League melakukan kunjungan silaturahmi ke PP PBSI di Cipayung, Jakarta, sebagai langkah awal memperkenalkan pengembangan bulu tangkis dalam ekosistem kompetisi mahasiswa. Rombongan Campus League diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja, Kepala Bidang Luar Negeri Bambang Roedyanto, serta Kepala Bidang Humas dan Media Yuni Kartika.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi, menyelaraskan visi pembinaan, sekaligus membuka ruang dukungan bagi penyelenggaraan Campus League cabang bulu tangkis di tingkat perguruan tinggi.
Ricky menyatakan, PP PBSI menyambut baik inisiatif yang bertujuan memperluas jalur kompetisi dan pembinaan bulu tangkis di lingkungan kampus. "PBSI pada prinsipnya terbuka terhadap kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi penguatan ekosistem bulu tangkis nasional. Kompetisi di level kampus merupakan salah satu jalur strategis untuk menjaga kesinambungan pembinaan, memperbesar basis atlet, serta memastikan para mahasiswa tetap memiliki ruang untuk berkembang secara akademik maupun prestasi," jelasnya melalui siaran pers Humas PP PBSI pada Rabu (4/3).
"Kami berharap sinergi ini dapat berjalan berkelanjutan, terstruktur, dan mampu melahirkan generasi atlet yang siap bersaing di level nasional maupun internasional," Ricky, menambahkan
Sementara itu, pihak Campus League menilai bulu tangkis memiliki posisi yang sangat istimewa di Indonesia. Sebagai cabang olahraga yang paling banyak menyumbangkan medali emas Olimpiade bagi Indonesia, bulu tangkis dinilai memiliki fondasi historis dan budaya yang kuat di tengah masyarakat.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menyampaikan komitmennya untuk turut mengambil bagian dalam roda pembinaan nasional. "Bulu tangkis punya posisi istimewa di Indonesia. Sebagai cabang olahraga yang menyumbangkan medali emas Olimpiade, kami berharap kompetisi ini dapat menjadi salah satu roda pembinaan yang bisa membantu menjalankan mesin bulu tangkis Indonesia agar selalu menjadi negara yang digdaya di dunia," kata Ryan.
Dengan hadirnya kompetisi bulu tangkis di Campus League, diharapkan animo olahraga ini di kalangan usia muda semakin bergerak dan berkembang serta menjadi ruang aktualisasi prestasi sekaligus sarana regenerasi atlet yang lebih terstruktur. Dalam jangka panjang, Campus League menargetkan kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem bulu tangkis nasional melalui pembinaan yang berkelanjutan di lingkungan kampus.


