Adelia mengungkapkan, ia dan Yasintha baru dipasangkan pada tahun ini. Meski sempat membutuhkan waktu untuk beradaptasi karena sama-sama berkarakter sebagai pemain belakang, keduanya mampu membangun kerja sama dengan baik hingga berhasil mempersembahkan gelar juara ketiga sebagai pasangan. "Kami sama-sama menurunkan ego agar bisa main di posisi depan maupun belakang," tuturnya melalui keterangan pers Hums dan Media PP PBSI.
"Kami bermain cukup percaya diri karena ini pertemuan kedua kami dan selalu menang," Yasintha, menimpali komentar partnernya.
Ia menambahkan, mereka mengalami kesulitan pada gim kedua setelah Nadhifa/Nathania mengubah pola permainan. Namun, saat tertinggal 16-18, mereka berusaha tetap tenang hingga mampu mengejar ketertinggalan, membalikkan keadaan, dan mengunci kemenangan dalam dua gim.
Adelia menilai, tantangan di level nasional tidak pernah mudah, terlebih ketika harus menghadapi rekan sendiri yang telah saling memahami karakter permainan masing-masing. Adapun untuk level internasional, ia mengaku masih terus mempelajari peta persaingan sebagai bekal menghadapi turnamen-turnamen mendatang.
Sementara itu, Yasintha mengatakan, tantangan berikutnya telah menanti mereka pada HYDROPLUS Sirkuit Nasional A DKI Jakarta 2026 yang berlangsung pekan depan. Ia berharap dirinya dan Adelia dapat mempertahankan performa positif serta kembali bersaing memperebutkan gelar juara. "Kami harus tetap fokus, jaga kondisi agar bisa tampil maksimal," pungkasnya.


