Atlet muda asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau itu, mengaku dapat menemukan pola permainan yang tepat sejak awal gim pertama. Menurutnya, pertandingan melawan Yudha tidak membutuhkan banyak penyesuaian karena keduanya telah lama saling mengenal karakter permainan masing-masing.
Radithya juga menjelaskan, ia dan Yudha sudah sering bertemu, baik dalam pertandingan maupun saat menjalani latihan bersama di PB Djarum. Berbekal pemahaman tersebut, ia mampu menjaga ritme permainan sejak awal laga hingga akhirnya mengunci kemenangan dan memastikan gelar juara Piala Kapolri 2026.
"Persiapan sebelum melawan Yudha, dari segi nonteknis paling di fokusnya. Dan secara teknis, lebih ke menjaga poin satu-satu," tuturnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Radithya menilai gelar juara Piala Kapolri 2026 menjadi tambahan kepercayaan diri baginya. Ia berharap modal tersebut dapat membantunya tampil maksimal saat mendapat kesempatan memperkuat tim bulu tangkis Indonesia pada World Junior Championships (WJC) 2026 yang akan berlangsung pada Oktober mendatang. "Makna dari kemenangan ini membuat kepercayaan diri saya naik. Jika saya terpilih masuk tim WJC pastinya mau menampilkan yang terbaik dan menyumbangkan medali," pungkasnya.


