Moses mengungkapkan partai puncak tersebut menjadi pertemuan ketiga mereka dengan Edsel/Atresia. Menurutnya, kedua pasangan sudah saling memahami karakter dan pola permainan masing-masing sehingga pertandingan berlangsung ketat sejak awal hingga akhirnya ia bersama Reya mampu mengamankan kemenangan. "Gim pertama kami sempat lengah di poin-poin akhir dan itu cukup merugikan kami, apalagi suasana di venue sangat meriah dan ramai membuat kita sempat hilang fokus," tuturnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Kemenangan di gim kedua jadi modal kami di gim ketiga, karena cukup membuat kami lebih semangat dan percaya diri serta konsisten dengan pola permainan. Tadi lawan juga terlihat semakin tertekan," Moses, menjelaskan.
Sementara itu, Reya menuturkan, mereka memilih bermain lebih lepas tanpa terbebani hasil, terutama di gim kedua. Ia menegaskan, keduanya tetap berusaha menjaga fokus dan tidak lengah hingga dapat membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan pada gim penentuan. "Kapolri Cup tahun lalu kami terhenti di 16 besar dan sekarang bisa juara pastinya senang dan bangga," Reya, menyatakan.
Moses juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Piala Kapolri 2026. Menurutnya, kualitas arena pertandingan dan pelaksanaan kejuaraan berlangsung dengan baik, sementara antusiasme penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Jakarta turut menjadi suntikan semangat baginya dan Reya untuk tampil maksimal hingga meraih gelar juara.
Setelah Piala Kapolri 2026, Moses/Reya melanjutkan perjuangan pada HYDROPLUS Sirkuit Nasional A DKI Jakarta 2026 yang digelar pekan depan. Gelar juara yang mereka raih menjadi tambahan motivasi sekaligus modal penting untuk mempersiapkan mental dan kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan di kejuaraan berskala nasional tersebut. "Karena setelah ini statusnya bukan juara lagi dan harus mulai dari awal," pungkasnya.


