"Masuk ke babak final pastinya senang, besok saya mau kerja keras lagi untuk ambil kemenangan," kata atlet asal Medan, Sumatra Utara tersebut, kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Jolin mengaku terbawa permainan cepat lawan di gim pertama, tetapi ia kemudian mengubah strategi di gim berikutnya dengan memperlambat tempo. Selain itu, ia berupaya mengarahkan bola lebih menjauh guna menghindari pola permainan lawan. "Dengan Jovanka saya kalah di pertemuan terakhir, kala itu saya kalah di pikiran karena tegang dan beban," tuturnya.
"Hari ini saya mencoba untuk lebih menikmati setiap poin per poin," Jolin, menambahkan.
Di final, Sabtu (7/2), Jolin bertemu dengan wakil Pelatkot Tangerang Selatan, Wening Arviani Sabrina, yang melaju ke partai puncak setelah mengalahkan rekan satu klub Jolin, Shaafiya Yasmin Maitsaa, melalui tiga gim 21-18, 12-21, 21-14
Jolin pernah mengalahkan Wening pada Kejuaraan Nasional PBSI 2025. Namun, ia menilai, Wening adalah pemain ulet yang patut diwaspadai. "Jadi saya mau mau tahan dulu dan main maksimal aja untuk besok," pungkasnya.


