Seleknas PBSI 2026 - Peluang Masih Terbuka bagi Atlet Terbaik

Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Nasional ‐ Created by EL

Karawang | Selain para atlet yang menjadi juara dan finalis Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026, kesempatan mengikuti tes lanjutan juga terbuka bagi atlet yang mencapai semifinal dan perempat final. Penentuan nama-nama atlet tersebut didasarkan pada hasil pemantauan berkelanjutan oleh tim pemandu bakat yang telah bekerja sama dgn PP PBSI sejak penyelenggaraan Sirkuit Nasional PBSI pertama pada 2025.

Tim pemandu bakat Seleknas PBSI 2026 terdiri atas perwakilan klub dan daerah, yaitu Hendrawan asal PB Djarum, Bambang Supriyanto (PB Jaya Raya), Yoga Ukikasah (Mutiara Cardinal Bandung), serta Hendra Aprida Gunawan (Pelatprov PBSI Jawa Timur). Tim ini bertugas melakukan pemetaan potensi atlet secara komprehensif, mencakup aspek prestasi, teknik, fisik, serta karakter dan kesiapan psikologis.

Salah satu anggota tim pemandu bakat, Bambang Supriyanto, menegaskan pentingnya kesungguhan atlet dalam menjalani seluruh tahapan seleksi, khususnya tes psikologis. "Berdasarkan pengalaman sebelumnya, terdapat atlet yang secara teknis telah memenuhi ekspektasi, namun hasil tes psikologisnya belum optimal. Oleh karena itu, kami berharap seluruh atlet dapat mengikuti dan mengisi tes psikologis dengan sungguh-sungguh agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kesiapan mereka," papar Bambang melalui siaran pers Humas PP PBSI pada Sabtu (7/2).

Ia menilai kualitas atlet pada Seleknas PBSI 2026 secara umum berada pada level yang sangat baik dan sesuai dengan proyeksi tim pemandu bakat. "Secara keseluruhan, kualitas atlet Seleknas PBSI 2026 sesuai dengan yang telah kami perkirakan. Terdapat beberapa atlet yang tampil di luar dugaan. Awalnya kami memproyeksikan atlet kelahiran 2008. Namun, sejumlah atlet kelahiran 2007 justru mampu menunjukkan performa yang sesuai dengan kriteria. Faktor kesiapan, kualitas persiapan, serta kemauan yang kuat menjadi pembeda, sehingga terdapat beberapa hasil di luar prediksi, termasuk gugurnya atlet unggulan di babak delapan besar," tambahnya.

Terkait kriteria pemilihan atlet, Bambang menjelaskan bahwa prestasi dan kualitas teknik menjadi indikator utama dalam proses seleksi menuju Pelatnas PBSI. "Prestasi menjadi indikator pertama, kemudian diikuti dengan kualitas teknik. Dalam sistem pertandingan 21 poin yang digunakan saat ini, kualitas teknik menjadi aspek yang sangat krusial. Atlet dengan teknik dasar yang kurang memadai akan sulit dikembangkan secara optimal, terlebih jika hanya mengandalkan kekuatan fisik," pungkasnya.

Berdasarkan hasil akhir Seleknas PBSI 2026, PB Djarum meraih tiga gelar juara, masing-masing di kategori Tunggal Taruna Putri, Ganda Taruna Putri, dan Ganda Taruna Campuran. Sementara itu, PB Jaya Raya Jakarta keluar sebagai juara pada kategori Tunggal Taruna Putra, sedangkan gelar juara Ganda Taruna Putra menjadi milik Gideon Badminton Academy.