Setengah Abad PB Jaya Raya

Perayaan hari jadi ke-50 PB Jaya Raya (Dok. PB Jaya Raya)
Perayaan hari jadi ke-50 PB Jaya Raya (Dok. PB Jaya Raya)
Nasional ‐ Created by EL

Tangerang Selatan | Memasuki usia ke-50, PB Jaya Raya kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi terhadap kejayaan bulu tangkis Indonesia. Lima dekade perjalanan klub yang didirikan Ciputra pada 1976 tersebut menjadi bukti konsistensi PB Jaya Raya dalam membangun sistem pembinaan sekaligus melahirkan generasi-generasi terbaik bulu tangkis Tanah Air.

Momentum 50 tahun perjalanan PB Jaya Raya dirayakan melalui acara yang digelar di GOR PB Jaya Raya, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Senin (10/8). Perayaan tersebut sekaligus menandai perjalanan panjang klub yang resmi berdiri di Jakarta pada 26 Juli 1976.

Acara tersebut dihadiri jajaran pembina, pengawas, dan pengurus Yayasan Pembangunan Jaya Raya, mantan pengurus, pelatih, atlet, hingga sejumlah legenda hidup PB Jaya Raya yang turut menjadi bagian dari perjalanan klub selama lima dekade.

Ketua Pembina Yayasan Pembangunan Jaya Raya, Trisna Muliadi, mengatakan usia 50 tahun bukan sekadar pencapaian, melainkan buah dari perjalanan panjang yang dibangun melalui kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan berbagai pihak yang telah berkontribusi bagi perkembangan PB Jaya Raya. "Hari ini kita berkumpul untuk merayakan 50 tahun perjalanan Jaya Raya. Lima puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Di balik perjalanan ini, ada kebijaksanaan, kerja keras, dan dedikasi dari banyak pihak," ujarnya melalui siaran pers PB Jaya Raya, Senin (10/8).

Menurut Trisna, bulu tangkis tidak semata-mata berbicara mengenai prestasi di lapangan, tetapi juga mengenai pembentukan karakter. "Bulu tangkis mengajarkan disiplin, kerja keras, sportivitas, ketangguhan, dan kerendahan hati. Nilai-nilai inilah yang kami harapkan akan terus dibawa oleh para atlet, bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam kehidupan. Prestasi membawa kebanggaan, tetapi karakter menentukan siapa kita," katanya.

Trisna juga berpesan kepada para atlet muda agar menjadikan proses sebagai bagian penting dalam perjalanan menuju prestasi. "Kepada para atlet muda, teruslah berlatih dengan hati. Hormati pelatih, hormati sesama atlet, dan jangan pernah berhenti belajar. Prestasi akan datang dengan sendirinya, tetapi karakter akan menjadi bekal yang jauh lebih berharga," katanya

Memasuki usia setengah abad, lanjutnya, justru menghadirkan tanggung jawab baru bagi seluruh keluarga besar Jaya Raya untuk menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan sekaligus meneruskannya kepada generasi berikutnya.

Salah satu momen penting dalam perayaan 50 tahun adalah peluncuran signage baru yang menandai perubahan nama GOR PB Jaya Raya menjadi GOR Ciputra PB Jaya Raya Bintaro Jaya. Penggantian nama tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Ciputra, pendiri PB Jaya Raya yang memiliki visi besar terhadap pembinaan bulu tangkis Indonesia.

GOR yang diresmikan pada September 2016 tersebut memiliki 16 lapangan berkarpet serta dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pembinaan atlet, antara lain asrama, jogging track, ruang makan, ruang kelas belajar, dan fasilitas lainnya.

Perayaan 50 tahun juga menjadi momentum regenerasi kepemimpinan di tubuh PB Jaya Raya. Susy Susanti resmi diperkenalkan sebagai Ketua Umum PB Jaya Raya, menggantikan Rudy Hartono Kurniawan yang telah menjabat sejak klub berdiri pada 1976. Sementara itu, Rosiana Tendean dipercaya menggantikan Imelda Wigoeno sebagai Ketua Harian.

Susy mengatakan, usia 50 tahun merupakan momentum penting untuk melihat kembali perjalanan sekaligus menatap masa depan. "Hari ini merupakan momen yang sangat istimewa. Usia 50 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Lima dekade PB Jaya Raya telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bulu tangkis Indonesia, melahirkan banyak atlet, pelatih, dan insan olahraga yang memberikan prestasi serta kebanggaan bagi bangsa," kata Susy.

Selaku ketua umum, Susy menegaskan, fokus PB Jaya Raya ke depan tetap pada pembinaan yang kuat dan berkelanjutan. "Ke depan, fokus utama kita adalah pembinaan yang kuat dan berkelanjutan. Kita harus terus mencari, membina, dan mengembangkan talenta-talenta muda dengan program latihan yang baik, pelatih yang berkualitas, serta lingkungan yang mendukung perkembangan atlet, baik secara teknik, fisik, mental maupun karakter," ujar Susy.

Susy berharap, PB Jaya Raya tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga atlet-atlet yang memiliki karakter kuat, rendah hati, disiplin, serta mampu menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. "Mari kita jadikan 50 tahun perjalanan Jaya Raya ini sebagai fondasi untuk membangun 50 tahun berikutnya dengan semangat yang lebih besar, kerja yang lebih baik, dan prestasi yang semakin membanggakan," tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang PB Jaya Raya. "Terima kasih kepada seluruh senior dan pendahulu yang telah meletakkan fondasi PB Jaya Raya. Regenerasi bukanlah pergantian, tetapi keberlanjutan sebuah misi. Terima kasih kepada para pelatih, atlet, pengurus, orang tua, dan seluruh pihak yang selama ini terus memberikan dukungan," ujarnya.

Susy menegaskan, prestasi tidak pernah lahir secara instan. "Prestasi adalah hasil dari proses, disiplin, kerja keras, konsistensi, dan keberanian untuk terus belajar," kata peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut.

Apresiasi untuk Para Pendahulu dan Generasi Berprestasi
Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian selama puluhan tahun, PB Jaya Raya memberikan apresiasi kepada Rudy Hartono, yang menjabat sebagai Ketua Umum PB Jaya Raya sejak 1976 hingga 2026.

Apresiasi juga diberikan kepada Retno Kustiyah, Ketua Harian PB Jaya Raya periode 1976–2014, serta Imelda Wigoeno, Ketua Harian PB Jaya Raya periode 2014–2026.

Penghargaan Atlet Berprestasi diberikan kepada pasangan ganda campuran Muhammad Zilazik Artando Zakaria/Afizzah Rahmadhani. Pasangan tersebut sukses meraih empat gelar juara dan belum terkalahkan sepanjang 2026 di kelompok usia di bawah 17 tahun.

Sementara itu, penghargaan Pelatih Inspiratif, berdasarkan hasil angket pilihan atlet, diberikan kepada Joko Riyadi, Tri Heru Pamungkas, dan Eka Fajar Kusuma. Dalam kesempatan yang sama, PB Jaya Raya juga memberikan bantuan sosial kepada keluarga mendiang mantan pemain berprestasi Minarni Soedaryanto dan Markis Kido.