Pergantian tersebut menandai berakhirnya kepemimpinan Rudy, legenda bulu tangkis yang delapan kali menjuarai All England dan telah memimpin PB Jaya Raya sejak klub didirikan. Tongkat estafet kini beralih kepada Susy, peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 yang menjadi penyumbang emas Olimpiade pertama bagi Indonesia.
Ketua Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya Raya, Budi Karya Sumadi, mengatakan pergantian kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi yang telah dipersiapkan. Transisi itu, lanjutnya, sejalan dengan tema peringatan hari ulang tahun ke-50 PB Jaya Raya, yaitu "Tiada Henti Membangun Generasi Emas", sebagai komitmen klub untuk terus melahirkan atlet-atlet berprestasi. "PB Jaya Raya tahun ini tengah memasuki babak baru. Yaitu, dengan hadirnya kepemimpinan baru, sekaligus memperkenalkan wajah-wajah muda yang diharapkan mampu menjadi penerus prestasi besar Jaya Raya di masa depan," tuturnya melalui siaran pers PB Jaya Raya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya, Trisna Muliadi, berharap pergantian kepemimpinan tersebut dapat menjadi momentum bagi PB Jaya Raya untuk terus berkontribusi mengembalikan kejayaan bulu tangkis Indonesia di pentas dunia. "Proses transisi ini merupakan estafet dari pengurus yang kita lakukan di Jaya Raya. Dari Pak Ci (Ciputra), kami sangat berharap semoga regenerasi ini dan didukung kedisiplinan akan bisa mengangkat kembali olahraga bulu tangkis Jaya Raya dan Indonesia masuk ke level world class," ujarnya.
"Saya berterima kasih kepada Rudy Hartono dan Imelda Wigoena atas dedikasi dan kesabaran yang luar biasa dalam membina pemain Jaya Raya selama ini sehingga mampu berprestasi luar biasa. Selamat datang kepada Susy Susanti dan Rosiana Tendean yang memiliki reputasi besar untuk ke depan bisa meraih medali emas berikutnya di Olimpiade. Selamat bekerja!" Trisna, berpesan.
Serah terima jabatan dilakukan secara simbolis dari Rudy kepada Susy. Pada kesempatan yang sama, terjadi pula pergantian ketua harian PB Jaya Raya, dari Imelda Wigoena kepada Rosiana Tendean.
Imelda, anggota tim Indonesia juara Piala Uber 1975, merupakan peraih medali emas Asian Games 1978, juara All England 1979, dan juara dunia 1980. Ia menjabat Ketua Harian PB Jaya Raya sejak 2014, menggantikan Retno Kustiyah yang mengemban posisi tersebut sejak klub berdiri. Tongkat estafet kini diteruskan kepada Rosiana, mantan pebulu tangkis spesialis ganda yang mengoleksi berbagai prestasi internasional sepanjang 1983–1994 dan turut mengantarkan Indonesia merebut Piala Uber 1994.


