"Ya pastinya ada beban, sih. Ya juga A Ginting sering ngobrol sama saya, tunggal putra tuh sering ngobrol juga bertiga. Ya gimana cara mengatasi semualah," katanya sebagaimana dilaporkan Antara pada Rabu (8/7).
Komposisi tunggal putra pelatnas PBSI mengalami perubahan setelah Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo lebih dulu meninggalkan Cipayung untuk berkarier secara profesional. Situasi itu kemudian disusul mundurnya Yohanes Saut Marcellyno Siahaan yang sebelumnya masuk kelompok tunggal putra utama bersama Anthony, Alwi, dan Ubed.
Kondisi tersebut membuat Anthony menjadi sosok paling senior di tunggal putra pelatnas PBSI, sementara Alwi dan Ubed mulai memikul peran lebih besar dalam proses regenerasi.
Pada saat bersamaan, Anthony juga masih berupaya kembali ke performa terbaiknya setelah sempat mengalami masa sulit dalam beberapa turnamen terakhir.
Ubed mengatakan, komunikasi dengan Anthony dan Alwi menjadi penting untuk menghadapi situasi tersebut. Ia menyebut Anthony kerap membagikan pengalaman ketika dirinya dan Jonatan juga pernah berada dalam fase harus tumbuh tanpa banyak senior di atas mereka. "Dan dulu A' Ginting sama Koh Jo (Jonatan Christie), kan, juga tidak ada senior, ya dia lebih pernah cerita itu, sih," ujar Ubed.
Menurutnya, pemain muda tidak cukup hanya memiliki ambisi dan semangat, tetapi juga harus mampu menjaga pikiran, fokus, dan emosi saat menghadapi pemain senior di level elite. "Kalau menurut saya pastinya termotivasi ya. Karena kan saya bisa dibilang pemain muda, ambisinya tinggi banget, semangatnya ada banget. Ya pastinya saya terus belajar di situ sama pemain-pemain senior," demikian Ubed.


