Setelah mendapat bye pada babak 32 besar, Bobby/Melati langsung menghadapi ujian berat pada pertandingan perdana mereka. Meski sempat kehilangan gim kedua, Bobby/Melati dapat bangkit pada gim penentuan untuk mengunci kemenangan 21-19, 17-21, 21-13, sekaligus merebut tiket ke babak delapan besar kejuaraan berskala nasional tersebut.
"Ya tadi gim pertama kita masih meraba-raba, masih mencari feeling yang pas dengan pertandingan. Dan di poin-poin akhir, kita bisa menguasai permainan dan fokus pada permainan kita sendiri," jelas Bobby kepada Djarum Badminton.
Bobby mengungkapkan, mereka tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan, meski sudah beberapa kali bertanding di Gelanggang Remaja Tanjung Priok. Menurutnya, proses penyesuaian tersebut menjadi hal yang wajar karena pertandingan melawan Dwiki/Priskila merupakan laga perdana mereka di HYDROPLUS Sirnas A DKI Jakarta 2026. "Tadi cuma ada angin sedikit doang, sih. Kita juga beradaptasi dengan bola, karena jarang pake bola yang ini," katanya.
Sementara itu, Melati memberikan apresiasi terhadap penampilan Elsa yang mampu memberikan perlawanan sengit hingga akhir pertandingan. Menurutnya, penampilan Elsa patut diapresiasi, mengingat ia baru kembali bertanding setelah cukup lama menepi akibat cedera.
Meski harus bekerja keras pada laga perdana, Melati menegaskan, target mereka di HYDROPLUS Sirnas A DKI Jakarta 2026 tetap tidak berubah, yakni merebut gelar juara. Optimisme itu didukung catatan positif mereka pada dua seri Sirnas A sebelumnya, yaitu runner-up di Surabaya sebelum berhasil naik ke podium tertinggi di Kudus. "Target kita pasti mau juara, tetapi step by step dulu," ujarnya
"Namun, kita melihat semua lawan itu sama. Kita semua sama-sama punya peluang untuk juara, karena di lapangan, kan, nggak ada yang nggak mungkin," Melati, menambahkan.
Serupa dengan Melat, target utama yang ingin dicapai Bobby pada HYDROPLUS Sirnas A DKI Jakarta 2026 adalah meraih gelar juara. Meski demikian, ia menegaskan bahwa mereka memilih untuk fokus menjalani setiap pertandingan secara bertahap dan tidak ingin terburu-buru memikirkan hasil akhir kejuaraan.


