Ghina mengakui, gim pertama berlangsung cukup ketat karena Raisya terus memberikan tekanan sepanjang pertandingan. Namun, ia berusaha tetap tenang dan fokus menjalankan strategi yang telah disiapkan, hingga mampu meredam permainan lawannya dan mengamankan gim pembuka dengan skor 21-14. "Tadi gim pertama saya coba tahan-tahan serangan lawan, sambil sesekali menyerang kalau ada celah," katanya kepada Djarum Badminton.
Di gim kedua, lanjut Ghina, ia belajar dari pertemuan mereka di Piala Kapolri 2026 sepekan lalu. Menurutnya, pola permainan yang hampir serupa kembali diterapkan oleh Raisya, sehingga ia dapat dengan cepat membaca pola permainan tersebut dan mengunci kemenangan gim kedua dengan skor yang sama dengan gim pertama, 21-14.
Kemenangan tersebut sekaligus mempertegas dominasi Ghina atas Raisya. Hingga kini, ia telah membukukan empat kemenangan dari lima pertemuan dengan Raisya. Hasil positif yang terus berlanjut, termasuk dari turnamen sebelumnya, menjadi modal berharga bagi Ghina untuk menjaga konsistensi permainannya pada HYDROPLUS Sirnas A DKI Jakarta 2026. "Saya pengin terus coba raih hasil maksimal dulu di setiap pertandingan," katanya.
"Kalau dari segi lawan, mayoritas sama. Namun, bagan diacak kembali jadi saya harus tetap waspada dengan lawan-lawan yang saya hadapi di sini," Ghina, menambahkan.
Pada babak 16 besar, tantangan yang lebih berat telah menanti. Ghina akan menghadapi unggulan ketiga asal Jaya Raya Jakarta, Shaafiya Yasmin Maitsaa, yang melaju setelah menundukkan wakil Mutiara Cardinal Bandung, Kayla Arsya Medina, dalam dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-10.


