Penyesuaian tersebut ia rasakan saat menghadapi wakil PB Talenta, Reygen Novrian Sumoked, di GOR Bandung, Selasa (29/9). Nazwan mampu mengatasi pertandingan dengan kemenangan dua gim langsung 15-11, 15-7. "Adaptasi di Bandung ini, yang pertama saya lakukann adalah penyesuaian dengan laju kok yang di sini lajunya lebih kencang," ujarnya kepada Djarum Badminton.
"Lalu di sini kondisi cuacanya juga dingin, jadi harus megang depannya dulu. Kuasain dulu setengah depannya, biar mainnya tetap enak," Nazwan, menambahkan.
Pada kesempatan tersebut, Nazwan juga membagikan pengalamannya bermain dengan sistem skor baru 15x3, yang sebelumnya telah ia rasakan saat tampil pada HYDROPLUS Sirnas A Daerah Istimewa Yogyakarta 2026. "Di sistem poin baru ini rasanya semua serba cepat, jadi siapa yang start bagus di awal, kans menang lebih besar," tuturnya.
"Kalau nggak siap dari awal, pasti kita didahului oleh lawan. Kalau sudah keduluan sama lawan, rasanya berat untuk menyusul, meski poinnya lebih sedikit ketimbang 21," tambah mantan pemain PB Djarum ini.
Meski memiliki jam terbang bertanding di berbagai ajang Sirnas, tetapi Nazwan belum sekali pun merasakan gelar juara pada musim kompetisi tahun ini. Ia pun bertekad mengakhir paceklik gelar juara tersebut di Bandung. "Target saya pastinya di Bandung ini maksimalin ya. Target juara juga," pungkasnya.


