Selain jumlah peserta yang cukup besar, penerapan sistem skor baru 15x3 juga menjadi salah satu pertimbangan panitia dalam menggunakan dua GOR. Format pertandingan yang memiliki durasi lebih singkat memungkinkan rangkaian pertandingan berlangsung lebih padat sehingga pembagian arena diperlukan untuk menjaga kelancaran jadwal pertandingan.
"Dengan jumlah peserta yang hampir mencapai seribu, jadi kalau kita berhitung, cukup tertampung jika digelar di dua GOR," jelas Wakil Ketua Panitia Pelaksana HYDROPLUS Sirnas A Jabar 2026, Gianto Hartono, Rabu (30/9).
Di sisi lain, penggunaan dua arena tersebut juga didukung jarak GOR Bandung dan GOR Padjadjaran yang relatif berdekatan. Kondisi ini membuat mobilitas pemain, ofisial, maupun perangkat pertandingan, antarkedua venue dapat berlangsung dengan waktu tempuh yang relatif singkat. "Selain itu, memang GOR Padjadjaran itu GOR legenda di Jawa Barat. Kalau bulu tangkis di sini (GOR Bandung)," ujarnya, seraya tersenyum.
Sebanyak 974 atlet dari berbagai klub di Indonesia ambil bagian dalam HYDROPLUS Sirnas A Jabar 2026. Kejuaraan ini menjadi salah satu ajang penting bagi para pebulu tangkis dari berbagai daerah untuk menguji kemampuan sekaligus memburu prestasi di level nasional. Memasuki seri kelima sekaligus penutup rangkaian HYDROPLUS Sirnas A musim kompetisi 2026, persaingan di Bandung hadir setelah empat seri sebelumnya digelar di Surabaya, Kudus, Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dengan menjadi seri terakhir, turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menutup musim dengan hasil terbaik setelah melewati rangkaian persaingan sepanjang tahun.


