HYDROPLUS Sirnas A Jabar 2026 - Pengalaman Internasional Jadi Bekal Aqela/Wilia

Aqelatul Amaliyah Rahma/Wilia Renasya (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Aqelatul Amaliyah Rahma/Wilia Renasya (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Sirkuit Nasional ‐ Created by EL

Bandung | Kesempatan tampil di level internasional menjadi pengalaman berharga bagi ganda putri PB Djarum, Aqelatul Amaliyah Rahma/Wilia Renasya, yang tengah menjalani tahun pertama di kategori Ganda Taruna Putri pada rangkaian HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A 2026. Aqela/Wilia telah menguji kemampuan pada dua turnamen internasional level International Challenge di Pontianak dan Surabaya, yang menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan di level nasional.

Pengalaman tersebut turut mereka bawa saat tampil pada HYDROPLUS Sirnas A Jawa Barat (Jabar) 2026 yang berlangsung di GOR Bandung dan GOR Padjadjaran, 28 September–3 Oktober. Menghadapi pasangan "gado-gado" Mercy Nasya Putri Cantika/Suci Raissa Kirana dari Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya/Victory Bogor Jaktim, Rabu (30/9), Aqela/Wilia tampil dominan dan mengamankan kemenangan dua gim langsung 15-4, 15-6. 

"Rasa pedenya jadi lebih naik karena kita berhadapan dengan pemain-pemain yang tingkat permainannya lebi berat. Jadi bagus buat meningkatkan mental bermain kami, sehingga membuat kami lebih pede dalam menghadapi lawan-lawan senior di Sirnas, karena kita masih kategori Taruna tahun pertama," jelas Aqela kepada Djarum Badminton.

Sejalan dengan naiknya kategori usia, Wilia menyadari persaingan di Ganda Taruna Putri menghadirkan tantangan yang lebih berat. Ia menilai, para lawan yang dihadapi memiliki kualitas permainan yang lebih tinggi sehingga dirinya bersama Aqela dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan agar dapat bersaing. "Soalnya lebih senior daripada kita lawan-lawannya," katanya.

Meski mengakui lawan-lawan tangguh siap berada di setiap babak, keduanya sepikiran untuk menempatkan partai puncak sebagai target mereka pada HYDROPLUS Sirnas A Jabar 2026. "Kita, (target) final," kata Wilia.

"Buat ke final, bisa, sih, harusnya," demikian Aqela.