"Setiap seri sirkuit akan menghadirkan persaingan dari satu penyelenggaraan di suatu provinsi ke provinsi lainnya, sehingga menjadi tolok ukur untuk melihat apakah atlet mampu tampil konsisten dalam meraih gelar," ujar Basri kepada Djarum Badminton, ditemui di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (5/5).
Ia juga menilai kehadiran sejumlah pemain pelatnas yang tampil di kategori Dewasa menjadi tolok ukur bagi klub-klub di Tanah Air dalam pembinaan atlet, terutama melalui hasil pertandingan melawan para wakil Cipayung. "Hal ini diharapkan dapat menjadi acuan sekaligus memberikan stimulus bagi para pelatih untuk melakukan evaluasi dan analisis terkait sejauh mana kemampuan atlet di daerah dibandingkan dengan atlet pelatnas," ujar Basri.
Hal itu sejalan dengan upaya Pengurus Provinsi PBSI Jateng dalam mendorong pemerataan kualitas melalui sejumlah program, termasuk penguatan sektor kepelatihan. Basri Yusuf menilai sebanyak 639 pelatih di Jateng perlu mendapatkan pembekalan berkelanjutan agar mampu meningkatkan kualitas atlet secara menyeluruh.
Melalui langkah tersebut, ia berharap HYDROPLUS Sirnas A Jateng 2026 dapat menjadi sarana penyaringan sekaligus memotivasi atlet-atlet daerah untuk terus berprestasi, mengingat ajang tersebut diikuti ratusan atlet dari berbagai klub, termasuk pemain pelatnas.


