"Ini, kan, baru hari pertama coba main. Jadi masih menyesuaikan, enakin pukulan dulu set awal. Cuma pas di set awal setelah sebelas, lawan sempat hampir ngejar dan sepertinya saya bermain agak lambat, tapi akhirnya bisa menjauhkan (skor) lagi," katanya kepada Djarum Badminton.
"Set keduanya lebih makin enak, ya, karena kayak sudah menyesuaikan diri di set pertama. Ya, menurut saya normal, sih. Nggak terlalu banyak kendala," Calista, menambahkan.
Calista menilai, Mevlida memiliki kualitas serangan yang cukup baik, terutama melalui smesnya yang menekan. Namun, atlet muda kelahiran Semarang, 13 Februari 2008 ini mengaku dapat mengantisipasi tekanan lawan dengan mengambil inisiatif permainan lebih cepat, sehingga lawan tidak leluasa mengembangkan serangan. "Kontrol duluan, cepetin duluan, biar dia nggak gampang cari serangannya," jelasnya.
Di babak berikutnya, Calista akan menghadapi pemain Pelatkab Malang, Sesilia Aurel Novena Pratiwi. Ia berharap dapat menjaga tren positif pada ajang pembuka kompetisi bulu tangkis level nasional tersebut, dengan target menembus gerbang pelatnas. "Yang pasti saya ingin masuk pelatnas, tapi di tunggal putri ini banyak lawan yang bagus-bagus permainannya. Jadi ya saya harus melawan terus," pungkasnya.



