Tunggal putra Mutiara Cardinal Bandung yang tampil di kategori Usia Dini Tunggal Putra (UDPA) itu menjadi satu-satunya pemain yang berhasil mencatatkan kuatrik, atau empat gelar juara secara beruntun. Pencapaian tersebut dipastikan setelah Azka kembali menempati podium teratas pada HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026, Sabtu (22/8), sekaligus memperpanjang dominasinya sepanjang rangkaian musim ini.
Dalam laga final yang digelar di GOR Sortatorium, Azka menang atas Muhammad Dafi Alfathan asal Iskandar Alamla Palembang melalui dua gim langsung 22-20, 21-7. "Senang!" jawabnya kepada Djarum Badminton ketika ditanya rasanya menuntaskan partai puncak tersebut dengan kemenangan.
Pelatih Mutiara Cardinal Bandung, Ryan Christian, mengakui rangkaian kemenangan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kondisi fisik dan mental anak asuhnya. Setelah tampil di beberapa kejuaraan secara beruntun, Azka dinilai mulai merasakan kelelahan sehingga tim pelatih berfokus menjaga kondisi tubuh, mental, serta pikirannya agar tetap siap menghadapi setiap pertandingan.
Ryan menilai, perjuangan Azka sejak babak awal hingga final berjalan cukup baik, meski kondisi cuaca panas di Bengkulu sempat menjadi tantangan. Tim pelatih berupaya mengantisipasi kondisi tersebut dengan memberikan penanganan sederhana, seperti penggunaan ice pack dan kipas, agar kondisi Azka tetap terjaga selama pertandingan. "Kita juga berupaya membantu menjaga konsistensinya saja selama bertanding di Bengkulu ini," tuturnya.
Di sisi lain, Ryan menilai keberhasilan Azka meraih empat gelar secara beruntun tidak lepas dari kemampuannya menjaga fokus dan konsistensi sejak awal musim. Tim pelatih Mutiara Cardinal Bandung memang menargetkan Azka untuk meraih gelar juara, tetapi mereka tidak menyangka target tersebut dapat diwujudkan secara sempurna hingga empat seri berturut-turut. "Dengan keberhasil empat kali berturut-turut, ya, memang Azka ini luar biasa," pujinya.
"Memang kerja keras dia selama ini terbayarkan," Ryan, menambahkan.
Azka memang tidak banyak berbicara seusai pertandingan, tetapi senyum lebar yang terpancar dari wajahnya cukup menggambarkan kebahagiaannya atas pencapaian tersebut. Ucapan selamat juga terus berdatangan dari rekan-rekan satu tim serta teman-teman seusianya yang menghampiri Azka di GOR Sportatorium.
Perjalanan Azka pada HYDROPLUS Sirnas B 2026 pun belum berakhir karena masih ada seri Bali yang menanti. Ryan berharap anak asuhnya mampu mempertahankan performa dan kembali mengulang pencapaian serupa di Pulau Dewata. "Harapannya, di Bali nanti tentunya bisa juara lagi," pungkasnya.


