Farid mengaku masih mencari pola permainan yang tepat pada gim pertama. Memasuki gim kedua, ia mendapat arahan dari pelatih untuk lebih sabar dalam membangun serangan serta mempercepat permainan di area depan net. Instruksi tersebut membantunya mengubah pola permainan dan mengamankan gim kedua sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Memasuki gim ketiga, persaingan kembali berlangsung ketat. Farid sempat unggul 10-6, tetapi Revie mampu mengejar hingga membalikkan kedudukan. Situasi tersebut sempat membuat Farid tegang, terutama ketika perolehan angka berlangsung ketat menjelang interval.
Namun, ketika Revie mulai mendekat dan kedudukan berubah menjadi 10-11, Farid berusaha kembali menenangkan diri dan bermain lebih tenang. Perubahan tersebut membantunya keluar dari tekanan hingga akhirnya mampu mengendalikan kembali permainan dan mengamankan kemenangan gim ketiga sekaligus tiket ke partai puncak.
"Saya harus main lebih sabar aja, lebih nungguin dari permainan lawan dulu, karena kita sudah sama-sama capek," tuturnya kepada Djarum Badminton, usai laga yang digelar di GOR Sportatorium, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Pencapaian melaju ke partai puncak di Bengkulu menjadi final kedua bagi Farid pada rangkaian HYDROPLUS Sirnas B 2026, setelah menjuarai seri Sulawesi Tengah. Berbekal pencapaian tersebut, Farid bertekad mengulangi keberhasilan serupa dan kembali berdiri di podium tertinggi di "Bumi Rafflesia". "Saya target awal masuk semifinal dulu, tetapi sekarang karena sudah pasti masuk final, saya coba nikmatin aja dulu," pungkasnya.


