Satria mengungkapkan perjalanan menuju final tidak sepenuhnya mudah. Ia menyebut tantangan terberat terjadi pada perempat final ketika mereka harus melalui pertandingan tiga gim melawan wakil Mutiara Cardinal Bandung, Muhammad Yasir Revansyah/Valerie Vidya Chandra. Namun, Satria/Khanza mampu melewati tekanan tersebut dan menjaga konsistensi hingga akhirnya mengamankan gelar juara.
"Itu pertandingan yang lumayan menantang. Main rubber game, tapi Alhamdulillah bisa melewatinya dan menang," tutur Satria kepada Djarum Badminton.
Bagi Satria maupun Khanza, berdiri di podium teratas pada turnamen nasional kategori Pemula bukan lagi pengalaman baru. Keduanya telah beberapa kali meraih gelar, tetapi baru pada HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 mereka berhasil menjadi juara setelah dipasangkan oleh pelatih.
Meski mampu mengamankan kemenangan dua gim langsung pada partai final atas Ahmad/Alika, Khanza mengakui pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Ia juga merasakan tekanan lebih besar karena untuk pertama kalinya menembus final di nomor ganda campuran. "Mungkin lebih tegang, ya, karena baru pertama kali masuk final di sektor ganda campuran," tutur adik kandung pebulu tangkis nasional Siti Fadia Silva Ramadhanti tersebut.
Setelah melewati pertandingan yang cukup menegangkan, Satria dan Khanza pun meluapkan kegembiraan atas gelar yang diraih. Keduanya juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua, para pelatih, serta rekan-rekan satu klub yang terus memberikan dukungan sepanjang perjalanan mereka di HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026.


