HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 - Selangkah Lagi, Dafi

Muhammad Dafi Alfathan (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Muhammad Dafi Alfathan (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Sirkuit Nasional ‐ Created by EL

Bengkulu | Tunggal putra Iskandar Alamla Palembang, Muhammad Dafi Alfathan, melaju ke partai puncak HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026 setelah mengalahkan wakil Exist Badminton Club, Said Zidan Al-Ghifary, pada babak empat besar, Jumat (21/8). Bertanding di GOR Sportatorium, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dafi mengamankan kemenangan dua gim langsung 21-18, 21-15.

Pelatih Iskandar Alamla Palembang, Harun Rasidi, menuturkan perjalanan Dafi menuju final tidak mudah. Terlebih, pencapaian tersebut menjadi yang pertama bagi Dafi menembus partai puncak HYDROPLUS Sirnas B 2026 setelah sebelumnya mengikuti sejumlah seri pada musim kompetisi tahun ini.

"Perjuangannya sangat berat. Yang jelas itu waktu di babak 16 besar saat bertanding lawan dari Jakarta. Setelah berhasil menang babak itu, tantangan terus ada saja, tapi Dafi dapat mengatasi semuanya dan bisa masuk final, akhinya," kata Harun kepada Djarum Badminton.

Meski meraih kemenangan sekaligus memastikan tiket ke partai puncak untuk kali pertama, Harun menilai masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi dari penampilan Dafi, terutama dalam menjaga konsistensi dan fokus sepanjang pertandingan. Kendati demikian, ia tetap optimistis pengalaman Dafi setelah mengikuti sejumlah edisi HYDROPLUS Sirnas B 2026 menjadi bekal penting untuk melewati tekanan dan tantangan pada laga semifinal. "Dafi ini masih kecil, jadi fokus bisa hilang dengan cepat. Terutama di gim kedua itu dia kurang fokus," tuturnya.

Sementara itu, Dafi tak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah mencatatkan rentetan hasil positif sepanjang pekan ini. Konsistensi tersebut akhirnya mengantarkannya ke partai puncak HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026. "Senang bisa menang. Pokoknya senang dan bahagia," katanya.

"Di final nanti harus lebi semangat lagi, lebih percaya diri," Dafi, menambahkan.

Baik Harun maupun Dafi sepakat menjadikan podium teratas sebagai target utama setelah hasil kurang memuaskan pada HYDROPLUS Sirnas B Sumatra Utara 2026. Harun mengatakan, kegagalan di Medan menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kemampuan Dafi hingga akhirnya mampu menunjukkan progres positif di Bengkulu. "Teknik-tekniknya harus dibenerin lagi. Jadi tadi saya bilang ke Dafi, 'di Bengkulu ini harus juara'," kata Harun.