"Masih ada rasa tegang-tegang, mainnya belum lepas," tanggap Rani kepada Djarum Badminton.
Rani mengaku merasakan tekanan karena menghadapi lawan yang usianya berada di bawah dirinya. Namun pada gim kedua, ia berusaha bangkit dengan menunjukkan semangat pantang menyerah sehingga mampu menyamakan kedudukan. "Pokoknya gim kedua itu saya nggak mau kalah," tegasnya.
"Di gim ketiga sebenarnya kondisi (fisik) kita sudah sama-sama habis. Ya sudah, jadi cuman adu kuatan-kuatan aja. Saya tahan aja," Rani, menambahkan.
Saat interval gim penentuan, ia mengungkapkan, pelatih memberinya motivasi tambahan agar tetap percaya diri. "Ya setelah interval gim ketiga itu, saya main pede aja," tuturnya, singkat.
Rani juga menegaskan targetnya pada HYDROPLUS Sirnas B Kaltim 2026 di Samarinda adalah meraih gelar juara, meski menyadari persaingan pada pertandingan berikutnya akan berlangsung berat.
Selain tampil di kategori Tunggal Pemula Putri, Rani juga berlaga di nomor Ganda Pemula Campuran bersama saudara kandungnya, Muhammad Faiz Iskandar. Namun, langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari pasangan Taqi Arena Badminton Academy, Muhammad Zidan/Nadine Listya Khairunnisa.



