Ia mengawali langkahnya pada kejuaraan berskala nasional yang berlangsung di Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, dengan kemenangan meyakinkan di babak 32 besar. Xaviera menundukkan wakil Badak LNG Bontang, Inaya Aprilia Athifa, dalam dua gim langsung dengan skor 21-6, 21-7.
Tren positif tersebut berlanjut pada babak berikutnya. Pebulu tangkis muda asal Exist Badminton Club itu kembali menang dua gim langsung atas Putri Salsabila dari Gold Star Samarinda dengan skor 21-7, 21-5. Selanjutnya, pada babak perempat final, Kamis (21/5), Xaviera menghentikan perlawanan wakil PB MBC Cleveland, Zaneta Tampubolon, dengan skor 21-8, 21-9.
Meski menyapu bersih tiga pertandingan tanpa kehilangan gim, Xaviera mengaku belum sepenuhnya puas karena masih merasa belum menemukan permainan terbaiknya. Seperti pada laga terakhirnya tersebut, Xaviera menilai, perolehan poin di gim pertama sempat berlangsung ketat hingga sekitar poin kelima karena kedua pemain saling kejar-mengejar. Namun, setelah itu, ia mulai menemukan ritme permainan dan mampu mengendalikan jalannya laga.
Situasi serupa juga terjadi pada gim kedua, ketika skor sempat berimbang pada awal pertandingan sebelum Xaviera berhasil meningkatkan performanya dan menjauh dalam perolehan angka. "Saya sempat tertinggal, malah, tapi karena dia juga banyak mati sendiri, jadi saya manfaatin," katanya.
Pada kesempatan tersebut Xaviera menegaskan targetnya pada HYDROPLUS Sirnas B Kaltim 2026 adalah kembali meraih gelar juara seperti yang berhasil dicapainya di Palu. Ia mengatakan selalu memasang target tertinggi setiap kali bertanding, terlebih karena ini merupakan tahun terakhirnya berada di kategori Anak.
Selain di nomor tunggal, Xaviera juga membidik hasil maksimal pada sektor ganda putri. Setelah sukses meraih gelar juara di nomor tersebut pada seri Palu, ia berharap dapat kembali naik ke podium tertinggi di Samarinda. "Kita harus tetap berjuang, karena main rangkap, kan. Terlebih kita sangat minim persiapan untuk ganda sebelum berangkat ke Samarinda," jelasnya.
"Kita sering chat-chatan aja, gitu. Intinya kita sepakat, kalau main, tuh, komunikasinya jangan sampai putus," kata Xaviera mengenai kemitraannya dengan Ayasha Machiko Lituhayu Albasia asal Satria Surabaya.


