HYDROPLUS Sirnas B Sumut 2026 - PB PTM Medan Uji Daya Saing Atlet Muda

Muhammad Bayu Pangisthu & Dhira Tri Virya (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Muhammad Bayu Pangisthu & Dhira Tri Virya (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Sirkuit Nasional ‐ Created by EL

Medan | Meski baru berdiri tiga tahun lalu, PB PTM Medan terus menunjukkan komitmennya dalam membina pebulu tangkis muda di Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut). Klub tersebut membina atlet mulai dari kelompok usia dini, anak, remaja, hingga taruna, sekaligus rutin mengikutsertakan para pemainnya dalam berbagai kejuaraan, baik di tingkat provinsi maupun nasional, sebagai bagian dari proses pembinaan.

Salah satu ajang yang diikuti adalah HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Sumut 2026 yang berlangsung di GOR PBSI Sumut, Medan, pada 20-25 Juli. Meski belum mampu meraih hasil yang memuaskan, Pelatih PB PTM Medan, Muhammad Bayu Pangisthu, menilai setiap kekalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang penting, dalam membentuk kemampuan dan mental bertanding atlet-atlet muda binaannya.

"Sejauh ini hasil yang kami raih memang belum (maksimal), karena kami masih tergolong klub baru. Namun, tantangan terbesar bagi kami bukan hanya meningkatkan kemampuan teknik atau footwork para atlet, tetapi juga membentuk karakter mereka sebagai bekal untuk berkembang," ujar Bayu kepada Djarum Badminton, Senin (20/7).

Selain mengasah kemampuan teknik, mantan pemain PB Djarum itu menilai pembentukan mental bertanding dan daya juang atlet muda menjadi tantangan besar dalam proses pembinaan. Menurut Bayu, para pemain juga harus dipersiapkan agar memiliki kepercayaan diri dan ketangguhan saat menghadapi lawan-lawan dari luar Sumut yang memiliki tingkat persaingan lebih tinggi.

Bayu berpandangan para atlet muda asal Sumut masih perlu meningkatkan ketahanan mental saat bertanding. Minimnya kesempatan mengikuti kompetisi membuat para pemain belum memiliki jam terbang yang cukup, sehingga cenderung mudah kehilangan kepercayaan diri ketika menghadapi tekanan di lapangan.

Ia juga menilai, kondisi tersebut berbeda dengan pengalamannya saat masih aktif sebagai atlet. Ketika itu, meski berasal dari Sumatra, ia terbiasa bersaing dengan para pemain terbaik dari Pulau Jawa maupun berbagai daerah lain di Indonesia. Pengalaman bertanding yang lebih banyak, menurut Bayu, menjadi faktor penting dalam membentuk mental dan daya saing seorang atlet.

"Kalau dulu sih zaman saya, sebenarnya gampang-gampang susah. Dan dulu juga lebih tough, gitu. Namun, baik dulu maupun sekarang, itu semua tergantung kemauan anaknya saja," kata pria yang lahir di Medan pada 24 Februari 1996 ini.

Sementara itu, dalam menghadapi HYDROPLUS Sirnas B Sumut 2026, Bayu mengungkapkan bahwa PB PTM Medan tidak memasang target hasil secara khusus. Menurutnya, kejuaraan ini lebih dimanfaatkan sebagai ajang untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan daya saing para atlet binaannya saat berhadapan dengan pemain-pemain dari berbagai daerah di Tanah Air. "Namun, saya menaruh harapan besar, semoga anak-anak binaan PB PTM Medan ini ada yang tembus nasional, bahkan internasional. Saya sangat berharap ada yang bisa menembus pelatnas dari pemain hasil binaan PB PTM Medan," pungkasnya.