Lebih Dekat Dengan Piala Suhandinata - Part 1

Suharso Suhandinata Tokoh Dibalik Suhandinata Cup.
Suharso Suhandinata Tokoh Dibalik Suhandinata Cup.
Internasional ‐ Created by RR

Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior akan bergulir pada 9 - 22 Oktober mendatang di Yogyakarta. Turnamen bergengsi para pebulutangkis junior itu akan dimulai dari nomor beregu campuran yang memperebutkan Piala Suhandinata. Mungkin beberapa diantara kalian masih ada yang belum mengetahui siapa sosok dibalik nama piala tersebut dan makna dibalik setiap ornamen pialanya.

Piala Suhandinata merupakan kejuaraan dunia bulutangkis level junior yang mempertandingkan nomor beregu campuran. Nama kejuaraan ini diadopsi dari nama salah satu tokoh bulutangkis Indonesia, Suharso Suhandinata, yang dikenal berperan penting dalam menyatukan dua lembaga bulutangkis dunia, International Badminton Federation (IBF) dan World Badminton Federation (WBF). Dipilihnya nama tersebut juga sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi Suharso Suhandinata pada perkembangan bulutangkis, khususnya bagi para pebulutangkis remaja.

Tidak hanya itu, Suharso Suhandinata juga merupakan sosok di balik keberhasilan Indonesia mengusulkan nama “Sudirman” sebagai nama piala sekaligus nama turnamen beregu campuran bulutangkis dunia. Suharso Suhandinata kemudian mendapat julukan "Mr. Diplomat" berkat kepiawaiannya berdiplomasi.

Meski Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior sudah bergulir sejak tahun 1992 silam, namun Piala Suhandinata baru mulai masuk pertama kali dalam bagian Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior pada tahun 2000 tepatnya di Guangzhou, Tiongkok. Pada saat itu, turnamen tersebut belum dikenal sebagai Piala Suhandinata.

Barulah pada tahun 2008, melalui Council Meeting Badminton World Federation (BWF), turnamen World Junior Team Championship secara resmi berubah nama menjadi Suhandinata Cup.

Setahun berselang, tepatnya pada tahun 2009 di Alor Setar, Malaysia, untuk pertama kalinya Piala Suhandinata diperebutkan pada turnamen beregu campuran junior. Tiongkok berhasil menjadi negara pertama yang merebut piala tersebut usai menaklukkan tuan rumah Malaysia 3-0 di babak final.

(bersambung)