(Australia Open 2016) Giliran Ginting Yang Bersinar

Internasional ‐ Created by AH

SYDNEY - Trio tunggal putra muda Indonesia yakni Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, dan Anthony Sinisuka Ginthing, dalam satu bulan kebelakang hingga saat ini secara bergantian terus saja berbuat "ulah". Tak jarang, mereka pun selalu menjadi buah bibir para pecinta, pengamat, bahkan pemain bulutangkis dunia sehingga membuat namanya bersinar.

Dimulai di ajang Thomas Cup 2016 lalu. Trio tunggal putra muda ini banyak berkontribusi hingga bisa menjadi bagian Tim Indonesia mencapai partai puncak final, meskipun akhirnya hanya menjadi runner up usai kalah 2-3 atas Denmark.

Selang satu pekan setelah Thomas Cup, mereka langsung berlaga di Indonesia Open. Lagi-lagi, mereka pun menciptakan kejutan di turnamen berhadiah total U$ 900.000 itu. Catatan manis pertama disuguhkan Jonatan, yang pada saat berlaga di babak kedua, di luar dugaan dirinya mampu membekuk pebulutagkis kuat dari Tiongkok, Lin Dan. Namun sayang, perjuangannya saat itu hanya sampai perempatfinal saja, setelah dikalahkan sang runner up dari Denmark , Jan O Jorgensen.

Tak sendirian, Jonatan pun di perempat final saat itu berjuang di temani Ihsan. Pebulutangkis kelahiran Tasikmalaya tersebut mempunyai nasib berbeda dengan Jonatan. Ihsan mampu menangani lawannya di perempatfinal asal Inggris, yakni Rajiv Ouseph dan memastikan diri melangkah ke semifinal di level Superseries Premier perdananya. Namun sayang, Ihsan belum mampu mengimbangi lawan yang di hadapinya di semifinal, yang tak lain tunggal putra nomor dua dunia saat ini, Lee Chong Wei. 

Namun, keberhasilan Jonatan usai menundukan Lin Dan, juga Ihsan yang bisa tembus semifinal perdananya di level Superseries Premier dinilai menjadi catatan penting bagi banyak pihak.  "Ulah" ketiga pebulutangkis tunggal putra yang digadang-gadang bakal menjadi cikal bakal tunggal putra top dunia dua atau tiga tahun itu, kali ini datang dari Ginting.

Pada babak perempat final Australia Open 2016 tadi, Jumat (10/6), secara mengejutkan, ia mampu menjegal pebulutangkis nomor satu dunia asal Tiongkok, Chen Long. Tak tanggung-tanggung, putra kelahiran Cimahi ini mampu mempermalukan Chen Long usai menang dua game langsung 21-14 dan 21-17.

"Pastinya senang bisa menang hari ini. Bukan hanya karena bisa mengalahkan Chen Long, tapi karena saya juga bisa memberikan penampilan yang lebih baik dari kemarin. Hari ini saya main lebih tenang dan jarang mati sendiri. Chen Long juga mungkin tidak dalam top performanya. Di Piala Thomas kemarin penampilannya nggak begitu bagus, di Indonesia Open kemarin juga nggak main. Jadi saya lihat ini merupakan kesempatan saya, jangan disia-siakan,” kata Ginting.

“Secara jangkauan langkah dan postur saya masih kalah dari Chen Long, jadi mau nggak mau saya harus banyak bola-bola depan. Saya kemudian menyerang pas ada kesempatan. Sekali-sekali saya coba angkat bola, tapi saya harus siap lagi,” jelasnya.

Selanjutnya di semifinal, Anthony akan berhadapan dengan pemain Korea, Jeon Hyeok Jin. Jumpa Jeon, Anthony memiliki bekal yang baik dengan kemenangannya di Vietnam Open 2015. Saat itu Anthony mengalahkan Jeon dengan 21-17, 13-21, dan 21-19.

“Saya nggak lihat lawan selevel, di atas atau di bawah saya. Tapi saya tetap harus fokus, tidak membuat kesalahan sendiri dan nikmati permainannya,” ujar pemain besutan klub SGS PLN Bandung tersebut.

Akankah Ginting mampu melampaui hasil yang lebih lagi pada Australia Open kali ini? Kita nantikan dan doakan saja, semoga dirinya bisa terus berjuang hingga partai puncak, dan semoga ia bisa meraih gelar bertitel Superseries pertamakalinya.

 

Foto: @badmintonupdate